Pengeetian Tari Remo
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tarian Remo atau Ngremo adalah jenis tarian yang bisa dilakukan oleh laki-laki dan wanita. Biasanya dipentaskan ketika acara penyambutan tamu agung dan pejabat.
Gerakan penari Remo diiringi oleh musik tradisional Gamelan. Sedangkan pakaian penari Remo antar daerah dapat berbeda-beda, menyesuaikan baju adat Surabaya, Lamongan, Jombang, Remo Putri dan Sawunggaling.
Selain digunakan untuk menyambut tamu, tarian ini juga sering disebut sebagai Tari Ludruk karena awalnya berfungsi sebagai pembuka kesenian Ludruk. Tari Remo mempunya nilai sejarah dan filosofi pada setiap gerakannya. Oleh sebab itu, tarian ini menjadi salah satu jenis tari yang unik.
Menurut sejarah, Tari Remo berasal dari sebuah desa di Jombang, yaitu Desa Ceweng, Kecamatan Diwek. Tarian ini diciptakan oleh para seniman jalanan pada masa lalu dengan mengusung tema atau cerita pangeran gagah dan berani.
Seni tarii ini telah ada sejak tahun 1930-an bersamaan dengan kesenian ludurk yang sedang berkembang pesat. Tari Remo bercerita tentang perjuangan seorang pangeran di tengah pertempuran. Hingga saat ini tarian asli Jawa Timur ini digunakan sebagai sarana komunikasi antar masyarakat.
Di masa awalnya, tarian ini diperkenalkan dengan cara penampilan keliling oleh para seniman tari. Kemudian berkembang dan ditampilkan dalam acara-acara tertentu, termasuk pembukaan pentas ludruk.
Tari Remo sangat berkaitan dengan pertunjukkan ludruk. Bahkan tarian ini dapat dikenal luas di daerah luar Jombang karena selalu dipentaskan ketika ludruk akan dimulai. Hingga akhirnya beberapa daerah mengadaptasi jenis tarian ini.
Dulu Tari Remo hanya dilakukan oleh penari pria, sesuai dengan tema yang diusung oleh tari ini. Akan tetapi saat ini banyak penari Remo wanita yang juga melakukannya. Meski dilakukan oleh penari wanita, namun pakaian tari tetapi busana pria.
Selain di Jombang, Tari Remo juga berkembang di daerah lain disekitar Jawa Timur. Perkembangan tersebut berkaitan dengan akulturasi adat budaya. Oleh sebab itu tidak heran jika ada Tari Remo dengan Gaya Surabayanan, Gaya Sawunggaling, Gaya Jombang, Gaya Malangan dan sebagainya.
Pada setiap tari mengandung unsur-unsur seni, filosofi dan makna pada gerakannya. Gerakan Tari Remo seperti gerakan gedrug atau menghentak bumi merupakan simbol kesadaran manusia atas kehidupan yang di ada di muka bumi.
Sedangkan gerakan gendewa pada tarian ini diartikan sebagai pergerakan manusia yang sangat cepat seperti anak panah yang dilepaskan dari busurnya. Kemudian ada makna dari gerakan tepisan yang mengandalkan kecepatan dan kecekatan tangan dalam bergerak.
Selain itu ada pula gerakan menggesek-gesekkan kedua telapak tangan yang bermakna sebagai simbol penyatuan kekuatan yang ada dalam diri manusia. Serta Ngore Remo, yaitu berupa gerakan seperti merias diri terutama bagian rambut.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar